Inilah 5 Budaya Jogjakarta Yang Paling Disukai Wisatawan

Kota budaya adalah sebuah julukan yang sangat tepat untuk Kota Jogjakarta. Kota ini merupakan kota yang penuh dengan sejarah. Oleh sebab itulah,  Jogjakarta menyimpan banyak sekali budaya peninggalan orang-orang terdahulu yang masih lestari hingga sekarang. Adat kraton kesultanan dan kerajaan masih sangat melekat dalam kehidupan masyarakat. Dan justru budaya kuno itulah yang menarik perhatian dan ketertarikan para wisatawan.

Banyak dari mereka baik dari lokal maupun mancanegara rela berbondong-bondong ke Jogjakarta demi menyaksikan berbagai kebudayaan yang digelar. Banyak sekali budaya tradisional atau modern khas Jogjakarta yang sering ditampilkan di acara pertunjukan. Tapi, dari sekian banyak kebudayaan asli Kota Jogjakarta, ada 5 budaya Jogjakarta yang paling disukai wisatawan. Tak heran jika budaya tersebut terkenal hingga mendunia.




Jogjakarta adalah salah satu kota setelah Pulau Bali yang masih sangat memegang adat istiadat dan budaya orang-orang terdahulu. Jogjakarta tak hanya menyuguhkan berbagai objek wisata menarik dan selalu menciptakan wisata yang baru setiap tahunnya. Tetapi, Jogjakarta juga menyimpan kebudayaan yang sangat beragam. Dimana ada 5 budaya Jogjakarta yang paling disukai wisatawan. Berikut beberapa penjelasannya :

1. Batik

Batik adalah salah satu budaya Indonesia yang sudah mendunia. Dan Jogjakarta adalah salah satu kota penghasil batik terbesar. Tak heran jika saat kita berkunjung ke Jogjakarta banyak ditemukan toko-toko batik di berbagai daerah di Jogjakarta. Bahkan ada tempat khusus untuk penjual batik. Batik Jogjakarta terkenal akan keindahan corak dan warnanya. Tentu butuh sebuah keahlian khusus untuk bisa menghasilkan sebuah karya batik yang indah dan mampu menarik minat para wisatawan. Dan Jogjakarta adalah tempat para pengrajin batik berkreasi. Serta mempertahankan warisan budaya yang diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang terdahulu.

2. Wayang

Salah satu dari 5 budaya Jogjakarta yang paling disukai wisatawan selain batik adalah wayang. Menurut sejarah, wayang telah dikenal sejak 1500 tahun sebelum masehi. Tepatnya pada zaman prasejarah. Konon, wayang sering digunakan di acara pemujaan roh roh nenek moyang. Sesuai dengan kepercayaan animisme mereka. Tapi seiring berkembangnya zaman, wayang menjadi seni yang dijadikan media dakwah oleh para ulama dalam menyebarkan islam. Hingga kini Seni pertunjukan wayang masih sering digelar di Jogjakarta. Bahkan mampu menarik perhatian wisatawan untuk menyaksikannya. Seni memainkan wayang membutuhkan seorang pengrajin dan pendalang yang benar-benar mumpuni.

3. Tari Golek Menak

Tarian yang satu ini merupakan tarian klasik khas Jogjakarta. Pertama kali diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono IX. Penciptaan tarian ini sebagai wujud dan bukti kecintaan budaya wayang orang. Sehingga digelarlah pertunjukan wayang orang perdana di Jogjakarta dibantu oleh para pakar tari pada saat itu. Tepatnya pada tahun 1943. Dan bertepatan dengan ulang tahun Sultan. Proses penciptaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya menghasilkan tiga karakter utama dalam Tari Golek Menak. Yaitu Karakter putri, putra halus dan dan gagah. Dimana tarian tersebut masih sering digelar hingga kini di acara pergelaran budaya Jogjakarta.

4. Upacara Sekaten

Sekaten adalah salah satu upacara adat Jogjakarta dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Biasanya dilaksanakan pada bulan Maulud tahun hijriyah. Upacara ini berlangsung selama 6 hari yaitu mulai tanggal 6 sampai 12 Rabiul Awal. Selama proses Upacara Sekaten juga diiringi dengan permainan dua perangkat gamelan pusaka. Gamelan pertama dibunyikan tepat pada pukul 00.00 WIB di Bangsal Ponconiti. Lalu diusung ke Masjid besar untuk ditabuh setiap hari selain hari jum’at. untuk upacara Sekaten, biasanya dilanjutkan dengan upacara grebeg yang digelar tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal. Dalam prosesi upacara ini, masyarakat membawa gunungan yang nantinya akan dibagikan kembali setelah didoakan. 

5. Sendratari Ramayana

Kesenian yang satu ini merupakan salah satu dari 5 budaya Jogjakarta yang paling disukai wisatawan. Sendaratari Ramayana mengisahkan peperangan antara Sri Rama berwatak baik dengan Rahwana yang berwatak buruk. Dalam setiap pertunjukannya, sendaratari memiliki empat episode yang selalu berbeda. Seperti hilangnya Dewi Shinta, Api Suci dan yang lainnya. Kesenian yang digelar di obyek wisata Candi Prambanan ini biasanya dibuka mulai bulan Mei hingga Oktober.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya