7 Budaya Jogjakarta Yang Paling Terkenal


Jogja sebagai Kota Budaya menawarkan keanekaragaman budaya yang beranek ragam. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa wisatawan asing banyak yang betah berlama-lama tinggal di Jogja, bahkan beberapa di antara mereka menetap di sana. Dari budaya asli Jogja yang ada, ada 7 budaya Jogjakarta yang paling terkenal baik di dalam maupun luar negeri. Kebudayaan ini menjadi ciri khas Jogja, unik dan antik sehingga siapapun yang melihat salah satu produk budaya ini, akan selalu teringat Jogja.

Nah, bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang Jogja, ada baiknya mengetahui ragam budaya setempat. Khususnya, bagi Anda yang ingin liburan kesana, budaya ini bisa menjadi salah satu agenda liburan Anda baik itu sendiri, ataupun bersama keluarga.

1. Batik Jogja



Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Ini membuktikan bahwa batik benar-benar menjadi ciri khas Indonesia, khususnya di Jogja. Batik sudah menjadi kebudayaan yang diturunkan dari nenek moyang. Batik menjadi karya seni yang tidak sekedar goresan canting yang tampak cantik di mata, tapi juga kaya akan makna.

Batik yang cukup lama dan bisa menjadi wisata budaya Jogja adalah batik Giriloyo. Karena kepopuleran batik ini, kampung di Jogja ini bahkan kedatangan tamu asing dari berbagai belahan dunia, seperti Asia, Amerika, Afrika dan Eropa. Sudah terbukti bahwa batik ini sudah go internasional.

Untuk kepentingan wisata, Anda bisa berkesempatan turut belajar batik di sana. Ada paket short course batik, khusus bagi wisatawan yang ingin belajar batik bersama-sama. Batik ini batik tulis sehingga Anda akan belajar bargaimana menggoreskan canting pada kain mori.

Beberapa batik lain yang tidak kalah terkenal meliputi bati motif ceplok, kawung, parang kusumo, dan batik motif lereng.

2. Sekatenan



Sekatenan bisa dikatakan salah satu dari adat budaya Jogja yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Mungkin sejaka Islam masuk ke tanah Jawa karena Sekatenan adalah acara tahunan pesta rakyat yang dilakukan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad tanggal 5 Rabiul Awal Kalender Islam.

Wisata adat paling terkenal dari Sekatenan adalah pasar malamnya. Anda bisa bertandang ke Alun-Alun Utara Keraton Jogjakarta. Pasar malam ini berlangsung selama sebulan sebelum tanggal 5 Rabiul Awal. Puncak dari Sekatenan adalah Grebeg Maulud.

Pada Grebeg Maulud, akan ada arak-arak yang membawa beraneka ragam hasil bumi yang dipanggul. Puncaknya adalah berebut hasil bumi ini. Barang siapa yang bisa mendapatkan buah, atau hasil bumi lain, dipercaya bisa mendatangkan rejeki. Acara budaya Jogja ini sangat unik sehingga tidak sedikit wisatawan asing yang datang untuk melihatnya secara langsung.

3. Sendratari Ramayana



Setiap wisatawan asing yang datang ke Jogja, hampir pasti meluangkan waktunya untuk melihat Sendratari Ramayana, sebuah seni tari dan drama yang digabungkan menjadi satu pertuntjukan yang apik tanpa dialog dengan certia Ramayana. Secara singkat, ceritanya mengenai Sri Rama yang berusaha keras untuk menyelematkan istri kesayangannya, Dewi Shinta yang telah diculik oleh Rahwana. Begitu terkenalnya budaya asli Jogja ini, Sendratari Ramayana juga dimainkan di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Laos, Kamboja, Singapura, Thailand hingga India dan Sri Lanka.

Jika Anda ingin menonton pertunjukan ini, Anda bisa datang ke Teater Tri Murti Prambanan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis. Di gedung ini, Anda melakukan reservasi untuk pertunjukan pada tanggal-tanggal yang sudah ditentukan sepanjang tahun. Namun, pada bulan-bulan tertentu, Anda juga bisa melihatnya di gedung terbuak dengan background Candi Prambanan. Namun, di Pura Wisata dan Ndalem Pujokusuman, pertunjukan ini juga dimainkan.

4. Seni Tari



Kesenian adalah bagian dari budaya, dan Jogja adalah kota seni tinggi yang sudah terkenal di dunia. Seni tari merupakan produk budaya daerah Jogja yang saat ini tidak hanya diminati oleh wisatawan dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Seni tari dari Jogja ada beberapa macam, dari tari yang menampilkan kemolekan dan keanggunan seorang wanita, atau wanita yang pemberani hingga seorang ksatria berparas tampan dan gagah. Tari Golek Ayun-Ayun adalah contohnya. Tari ciptaan KRT Sasmita Dipura ini ditampilkan untuk menyambut tamu oleh dua orang penari berpakaian baju beluduru hitam dipadukan dengan bawahan kain batik putih. Lalu ada juga tari Beksan Srikandi Suradewati, sebuah tarian mengenai peperangan Dewi Suradewati dengan Dewi Srikandi.

5. Karawitan



Banyak budaya-budaya Jogja yang diadopsi kemudian digunakan untuk menampilkan karya seni kontemporer, seperti campur sari. Kalau kita melihat asalnya, campur sari ini dulunya berasal dari seni karawitan dari Jogja, sebuah kesenian tarik suara yang menggunakan gamelan sebagai instrumennya dan suara manusia yang berlaraskan pelog atau slendro.

Banyak pesinden, (wanita yang menyanyi pada seni karawitan) yang sekarang ini bisa Anda temukan seperti pesinden legendaris Waljinah, Condrolukito, dan lain-lain. Bahkan, kesenian ini sekarang tidak hanya dipelajari oleh orang Indonesia, tapi juga dari luar negeri seperti Jepang, Amerika dan Eropa.

Berbeda dengan seni musik kontemporer, seni budaya karawitan di Jogja ini ada pakem-nya. Dan karawitan dari Jogja pada khususnya memiliki sifat sawiji, sengguh, keras, bulat, patriotik, semangat dan selalu berapi-api. Ciri khas ini disebabkan oleh faktor sejarah khususnya perlawanan dengan pemerintah kolonial Belanda.

6. Wayang Kulit



Siapa yang tidak mengenal wayang kulit? Salah satu produk budaya Jawa di Jogja yang menampilkan pertunjukan wayang dengan cerita pewayangan seperti Ramayanan dan Mahabarata. Kebudayaan ini semakin langka saja dipertujunjukkan di berbagai daerah di DIY, namun kelestariannya tetap terjaga hingga sekarang.

Wayang kulit sudah mendunia, dan bahkan sudah dimainkan di beberapa negara. Kisah-kisah yang dibawakan pada pertunjukan wayang kulit mungkin sudah biasa dan diulang-ulang khususnya untuk cerita-cerita pakem seperti Dewa Ruci, Gatotokaca Gugur, atau tentang Petruk Dadi Ratu (Petruk Jadi Ratu), namun dalang-dalang (orang yang menggerakkan wayang) membuat cerita-cerita baru namun tidak meninggalkan pakem dan karakter wayang dan tetap kaya makna.

7. Upacara Labuhan



Budaya dari Jogja terakhir sampai saat ini masih lestari dan terkenal adalah upacara labuhan. Labuhan merupakan adat istiadat yang telah dilakukan sejaka zaman Mataram Islam abad ke-14. Masyarakat Jogja meyakini bahwa dengan mengadakan upacara ini, maka akan tercipta ketentraman dan kesejahteraan dan selalu diberikan keselamatan oleh yang Maha Kuasa.

Meski diselenggarakan oleh Keraton, upacara ini tetap dimeriahkan oleh masyarakat secara luas dengan tujuan bahwa upacara ini tetap lestari. Adapun inti dari acara ini adalah melakukan persembahan atau syukuran di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah leluhur raja-raja terdahulu. Doa-doa secara agama Islam dipanjatkan agar memberikan keselamatan, kesejahteraan dan ketentraman bagi masyarakat Jogja dan Indonesia.

Begitu kaya kebudayaan Jogja ini sehingga banyak wisatawan yang sering datang untuk mengabadikan momen-momen tersebut. Jika Anda ingin liburan ke Jogja sembari menikmati keunikan dan kekayaan kebudayaan Jogja, Anda bisa turut serta dalam 7 budaya Jogjakarta yang paling terkenal di atas. Selain budaya budaya jogjakarta tsb anda juga bisa menikmati makanan khas jogjakarta yakni gudeg jogjakarta.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya